Terus Berusaha Menabung, Akhirnya Kakek Ini Bisa Ke Tanah Suci

0
48

Ibadah haji hukumnya bagi wajib bagi umat Islam yang mampu, baik secara finansial, kesehatan fisik dan rohani.

Namun tak sedikit orang yang secara finansial kurang namun karena memiliki niat yang kuat untuk menjalankan syariat Islam berusaha untuk menabung untuk membayar biaya atau ongkos haji yang jumlahnya mencapai puluhan juta rupiah.

Seperti salah satu kakek yang berasal dari Cirebon Jawa Barat yang pernah disampaikan dalam sebuah situs berita ternama Liputan6.com.

.

Kakek Ambari menabung uang hasil kerjanya sejak tahun 1949 sebagai buruh tani agar dapat menunaikan ibadah haji. Selain mengetahui ibadah haji merupakan ibadah wajib, beliau juga terinspiraso dari ayahandanya yang juga telah menunaikan ibadah haji

Tahun 1949, penjajah Beland masih bercokol di Indonesia dan di beberapa wilayah masih terdapat peperangan melawan Belanda dan sekutunya meski Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Tidak ada orang miskin, yang ada hanyalah orang yang mengaku miskin, merasa miskin, bermental miskin

Se sen demi se sen beliau masukkan ke dalam kaleng biskuit dan bila saat itu terjadi peperangan, Kakek Ambari menyimpannya di dalam tanah dengan menggali lubang dan menimbunnya. Setelah keadaan aman, kakek mengambil kembali tabungannya.

Namun karena uang jaman perang tidak laku lagi, maka Kakek Ambari menukarkan uangnya ke kolektor atau menjualnya ke pedagang loak dan kembali menabungkan hasil penukaran tersebut hingga terkumpul dan akhirnya dapat berangkat menunaikan ibadah haji setelah berpuluh tahun menabung.

Jangan Ingkari Janji

Niat berhaji sebaiknya memang dijaga dengan baik, halangan dan rintangan seringkali membuat seseorang berhenti berusaha atau karena ingin mendapatkan sesuatu yang lebih hingga menggunakan uang tabungan berhaji untuk hal lainnya.

Demikian seperti yang hendak disampaikan oleh salah orang tukang parkir di Jogja yang setelah menabung selama 30 tahun akhirnya dapat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Tabungan Pergi Haji

Dari menyisihkan penghasilan sebagai tukang parkir dan penghasilan istri sebagai penjual makanan, mereka berusaha menabung agar dapat membayar ONH atau Ongkos Naik Haji.

Tidak mudah, sebab dengan penghasilan yang terbatas dan menyekolahkan kedua anak mereka, tabungan naik haji harus tetap kontinyu dilakukan. Tabungan tersebut adalah hasil menyisihkan penghasilan yang tidak terlalu banyak setelah dipotong biaya hidup sehari-hari dan biaya sekolah kedua anak.

Meski sempat ditertawakan teman-teman namun kedua pasangan tukang parkir dan penjual makanan ini tetap istiqomah menabung.

Pada tahun 2005 pak Bardi tergoda menggunakan uang tabungan naik hajinya untuk berbisnis property namun gagal. Uang sebesar 40 juta yang ia gunakan untuk berbisnis tanah malah hilang tidak kembali, maksud hati memutarkan uang agar mendapatkan keuntungan namun ternyata malah rugi.

Akhirnya pak Bardi dan istri pun kembali meluruskan niat berhaji dan tidak akan menggunakan tabungan haji untuk hal lainnya yang bersifat duniawi dan mencari keuntungan.

Mereka merasa ini adalah teguran dari Allah SWT agar niat mereka mengumpulkan uang untuk berhaji tidak disisipi keinginan duniawi. Mereka berniat menunaikan ibadah haji setelah kedua anak lulus kuliah dan telah mendapatkan pekerjaan.

Memang, agar dapat menunaikan ibadah haji, selain memiliki dana untuk kendaraan dan perbekalan juga harus ada harta yang ditinggalkan untuk keluarga, atau paling tidak mereka yang telah ditinggalkan dapat hidup dengan layak.

Mereka kembali bekerja keras mengumpulkan uang agar dapat bersegera melaksanakan ibadah haji bersama-sama.

Jika Telah Menanamkan niat baik insya Allah memberikan

Setelah kedua putranya lulus dari Universitas Islam Indonesia (UIN) Jogja dan Universitas Sanata Dharma, pak Bardi dan istri akhirnya dapat menunaikan ibadah haji bersama-sama.

Demikianlah, dengan niat dan kerja keras serta ijin Allah SWT, pak Bardi yang hanya seorang tukang parkir dapat menunaikan ibadah haji bersama istri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here