Umroh merupakan salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam yang mampu baik secara finansial, kesehatan fisik dan rohani serta ada harta yang ditinggalkan bagi keluarga di Tanah Air.

Ibadah umroh dapat dilakukan kapapun, tidak berbatas waktu tertentu. Pada saat melaksanakan ibadah umroh, kita akan melakukan serangkaian ibadah seperti thawaf, sai dan diakhiri dengan bertahallul atau memotong rambut.

Tidak seperti Umroh, Ibadah Haji hanya dilaksanakan ketika Bulan Dzulhijjah

Durasi waktu untuk melaksanakan ibadah umroh tidak sepanjang ibadah haji, karena ada beberapa aktifitas dalam haji yang tidak ada dalam ibadah umroh seperti bermalam di Mina, wukuf di padang Arafah dan melempar jumroh.

Karena itu seusai melaksanakan ibadah umroh, banyak jamaah yang dapat melaksanakan ibadah lainnya atau melakukan city tour menikmati kota Madinah dan Mekkah. Disinilah berawal kisah-kisah unik yang berkaitan dengan ibadah umroh.

Aku datang penuhi panggilanmu, Yaa Allah…

Hindari Takabur

Pengalaman unik ini didapat seorang anak muda yang sudah berniat melaksanakan ibadah umroh di usianya yang masih sangat mudah. Sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Awalnya dia ingin menunaikan ibadah haji, namun karena lamanya waiting list akhirnya ia memutuskan untuk berangkat umroh bersama kedua orang tuanya. Sebelum berangkat teman-teman telah mengingatkan agar ia tidak sembarangan dalam berucap atau membatin dalam hati tentang sesuatu hal.

Kadang tanpa sadar memang kita mengomentari kesusahan orang lain di sekitar kita. Mitos seperti ini memang tak jarang membuat orang ragu menunaikan ibadah umroh sebab takut akan dibalas amal dan perbuatannya selama di dunia.

Di Tanah Suci dia mendapatkan pengalaman spriritual yang tak terlupakan, seperti tidak dapat membeli makanan dan barang yang ia butuhkan karena uangnya terlalu besar sementara si penjual tidak memiliki uang kembalian.

Money changer terdekat pun tidak dapat menyediakan dan uang kecil yang ia miliki hanya cukup untuk membeli makanan selama tiga hari. Baru setelah ia meminta bantuan sang ibu untuk memecah uang akhirnya dapat membeli makanan dan barang yang ia butuhkan.

Pun saat ia membutuhkan internet di hotel, tanpa sadar ia berkata dalam hati bahwa ia membutuhkan wifi sebab tak bisa hidup tanpa internet. Terjadilah peristiwa yang jarang terjadi di Mekkah, yakni listrik padam di hotel tempat ia menginap sekaligus memadamkan wifinya selama satu minggu.

Anak muda ini ternyata tidak bisa membaca Al Qur’an dengan baik, tapi tetap berkata dalam hati bahwa ia dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan merasa bacaan Al Qur’annya cukup baik.

Namun suatu hari ia bertemu dengan seorang Arab yang memberinya Al Qur’an dan bersedia mengajarinya membaca Al Qur’an. Setiap menjelang waktu sholatdi Masjid Nabawi ia selalu bertemu dengan orang Arab ini yang membetulkan mahraj dan bacaan Al Qur’annya.

Namun aneh di hari terakhir, justru ia tidak dapat menemukan orang ini. Menurut orang tuanya, orang tersebut kemungkinan adalah malaikat yang datang untuk mengajarinya membaca Al Qur’an dengan lebih sempurna.

“Tapi pak, orang ini punya handphone samsung terbaru yang bahkan belum rilis di Indonesia, masak malaikat punya handphone?”, tanya si anak muda ini kepada ayahnya.

Sang ayah pun menjawab “, Memangnya malaikat tidak boleh punya handphone ?”, sambil tertawa.

kebodohan terletak pada tiga hal, yakni takabur, gemar berdebat, dan tidak mengenal Allah SWT

Dari kisah ini kita belajar untuk tidak mudah menghakimi orang dan takabur. Kita sering menganggap diri kita sudah baik atau lebih baik daripada orang lain namun sebenarnya belum.

Allah SWT kemudian memberikan peringatan kepada kita. Dan bila pada saat kita melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci dan mendapatkan berbagai cobaan, hendaknya kita semakin tawaddu dan bergegas memohon ampunan kepada Allah SWT. Sebab masih baik bila kita dibalas semasa masih hidup daripada nanti di akhirat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here