Tata Cara Umroh

0
150

PENGERTIAN, HUKUM, SYARAT, RUKUN DAN PROSES IBADAH UMROH

Sebelum menjalani perjalanan ibadah umroh tentu Anda harus mengetahui terlebih dahulu secara mendalam. Apa itu yg dimaksud menggunakan umroh, hukumnya, persyaratan rukun dan wajibkah umroh. Dalam hal ini kami mengungkapkan lantaran mengingat beberapa jamaah masih banyak yg begitu belum tahu dan mengetahui secara mendalam apa itu pengertian umroh. Syarat umroh dan rukunnya.

Hukum Ibadah Umroh

Hukum dari ibadah umroh berdasarkan yang telah disampaikan oleh Allah pada Al Qur’an dan Hadits artinya;

Pada Al Qur’an surah Al-Baqarah ayat 196:
“Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umroh Karena Allah”

Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW
Ialah ibadah umroh menurut satu umroh ke ibadah umroh yg berikutnya adalah sebagai penghapus dosa

Pengertian berdasarkan Umroh

Merupakan perjalanan mengunjungi Ka’bah buat menjalani serangkaian ibadah (Thawaf & Sa’i Tahallul) dengan persyaratan dan ketentuan yang dimana telah disampaikan di Al-Qur’an & pula Sunnah Rasulullah SAW.

Hukum Melaksanakan Ibadah Umroh

Dalam melaksanakan perjalanan ibadah umroh yaitu Sunnah buat setiap umat muslim yg bisa melaksanakannya, baik pada secara materi dan juga non-materi. Ibadah umroh bisa pada laksanakan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu pada tanggal 10 Zulhijjah jua di hari tasrik tanggal 11, 12 & 13 Zulhijjah

Sebagai menurut para ulama berpendapat pada melaksanakan ibadah umroh hukumnya adalah wajib atau fardu bagi orang muslim yang belum pernah melaksanakannya, ad interim beliau sanggup buat melakukan ibadah umroh. Tetapi demikian terdapat jua dari para ulama berkata ibadah umroh bahwa hukumnya Sunnah mu’akkad (sunnah yang sifatnya sangat dianjurkan untuk dikerjakan).

Dari sebuah hadis pada riwayatkan oleh Imam Muslim berkata yakni pada melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan nilainya sama misalnya menjalani ibadah haji. Persyaratan, Rukun dan Wajib Umroh

–          Diperuntukkan bagi umat Islam

–          Sudah Baligh

–          Berakal Sehat

–          Merdeka atau Bukan Budak Mampu buat melaksanakan bepergian ibadah umroh

Rukun Ibadah Umroh

Niat ihram dari Miqat
Tawaf (mengelilingi Ka’bah sebesar 7 kali)
Sa’i (berjalan kaki atau berlari-lari keci menurut bukit Safa ke bukit Marwah & sebaliknya, sebanyak 7 kali & berakhir di bukit Marwah)
Tahallul atau menggunting rambut sebanyak tiga helai rambut
Tertib tidak membuat kegaduhan
Sedangkan Wajib Umroh

Melakukan niat ihram umroh & miqat
Meninggalkan embargo selama melakukan ihram
Langkah atau Urutan Dalam Melakukan Kegiatan Umroh

Berangkat menuju Miqat
Mandi & kemudian menggunakan sandang ihram pada Miqat atau juga boleh di lakukan pada tempat penginapan sebelum pulang menuju Miqat
Menggunakan pakaian ihram & melaksankan sholat sunnah ihram dua raka’at, sangat dianjurkan dalam sholat sunnah ihram, setelah membaca surah al-fatihah kemudian membaca surah al-kafirun pada raka’at pertama selanjutnya membaca surah al-ikhlas dalam raka’at ke-dua

Melafadzkan niat ibadah umroh nawaitul ‘Umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta’ala’ atau minimal menggunakan membaca ‘Labbaikallahu umrotan’
Selanjutnya semua para jamaah diajak menuju Makkah sang ustad pembimbing dengan melalui bepergian kurang lebih sejauh 450km dengan memakai sandang ihram dan sambil melantunkan bacaan talbiyah sebanyak-banyaknya selama bepergian hingga masuk ke Kota Makkah Sesampainya balik pada tempat penginapan peserta umroh menata barang bawaan & jamaah permanen harus mengenakan sandang ihram

Setelah itu menuju Masjidil Haram yg tetap mengenakan pakaian ihram & diusahakan saat memasuki Masjidil Haram melalui pintu Baabussalam. Dengan melihat Ka’bah dan melintas makam Nabi Ibrahim Alaihi Salam sembari berdoa dan lalu menuju rukun Hajar Aswad
Melakukan thawaf atau mengelilingi Ka’bah sebesar 7 kali

Setelah selesai melakukan sa’i yang berakhir dibukit Marwah, lalu melakukan Tahallul yaitu memotong rambut minimal 3 helai rambut Maka selesai lah aktivitas atau langkah-langkah ibadah umroh, jamaah dihalalkan atau dibebaskan berdasarkan peraturan larangan selama melaksanakan ihram, maka dibolehkan melepas sandang ihram dan pulang mengenakan pakaian seperti umumnya Larangan Selama Melaksankan Ihram Umroh

  1. Tidak diperbolehkan dalam mencabut dan memotong rambut, menggaruk hingga kulit terkelupas dan memotong kuku
  2. Tidak boleh menggunakan wangi-wangian atau parfum
  3. Tidak boleh bertengkar
  4. Tidak boleh melakukan interaksi suami istri
  5. Tidak boleh bermesraan
  6. Tidak boleh mengatakan kotor, perkataan yang jelek, bicara jorok
  7. Tidak boleh menikah atau menikahkan
  8. Tidak boleh berburu binatang atau membantu berburu
  9. Tidak boleh membunuh hewan, kecuali yg mengancam diri Anda
  10. Tidak boleh memotong atau mencabut flora & segala hal yg mengganggu kehidupan makhluk didunia ini
  11. Tidak diperbolehkan berhias atau berdandan

Bahagi para laki-laki nir boleh memakai penutup kepala, pakaian yg berjahit dan memakai alas kaki yang menutup mata kaki

Untuk para wanita tidak boleh menggunakan penutup wajah & mengenakan sarung tangan yang dapat menutupi telapak tangan.

Praktis-mudahan pada goresan pena ini dalam pengertian umroh & jua langkahnya bisa di perhatikan bagi seluruh jamaah pelaksana umroh maupun bagi umat muslim lainnya yang ingin melaksanakan ibadah umroh. Daftarlah ke biro travel umroh terbaik secara online atau sekitar tempat Anda tinggal yang dapat membantu dan membimbing Anda untuk sebagai para tamu Allah, & jangan memalukan bertanya pada ustad pembimbing buat hal apapun dalam menerima panduan jua agar Insya Allah menjadi umroh yang mabrur ketika pulang ke tanah air, Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here